Follow Me

Monday, January 7, 2013

Curiosity - Kuriositas


Bismillah...

Curiosity atau dalam bahasa Indonesia : rasa ingin tahu (bukan kuriositas), merupakan salah satu ciri-ciri seorang ilmuan.

Kalau boleh jujur, aku dari awal tidak suka sejak seseorang mengalihbahasakan curiosity menjadi kuriositas. Bagiku, itu merusak kaidah bahasa indonesia. Bagiku, itu namanya menambah kosa kata baru yang tidak enak didengar. Sounds weird.

Tapi sekarang, saat beribu(?) sms kuriositas telah kuterima? Mau tak mau aku jadi ikut terbiasa mendengar kata kuriositas sebagai pengganti kata curiosity.

***

Ada yang merasa bingung dengan paragraf di atas? :)) Well abaikan saja.

Talking about curiosity. Adalah hal yang wajar jika seorang manusia merasa ingin tahu tentang suatu hal yang tidak diketahuinya. Perasaan ingin tahu menurutku adalah salah satu tanda bahwa seseorang masih baik-baik saja. Ia masih hidup, hatinya masih peka, otaknya masih bekerja.

Curiosity, perasaan ini seringkali muncul begitu saja. Memenuhi otak dan hati, hingga kemudian satu demi satu pertanyaan bermunculan. Beberapa kita wujudkan dalam kata, bernada (suara) maupun tidak bernada (tulisan). Beberapa lagi, tak sampai diutarakan, hanya di simpan saja untuk diri.

Curiosity. Bukan sebuah ke-ingintahu-an namanya, kalau kita sekedar bertanya tanpa mengupayakan untuk mendapat jawabannya. Karena curiosity, hadir bukan sekedar untuk menghantui. Tapi juga untuk dimenangkan. Dengan apa? Dengan mendapatkan jawaban atas curiosity yang kita rasakan.

Sebagai perwujudan usaha kita memenuhi keingintahuan kita, maka bertanyalah diri, maka belajarlah diri, maka membacalah diri, maka berpikirlah diri. Tak puas dengan satu sumber, mencari lagi, kemudian membandingkan, kemudian memilih atau menyimpulkan.

Dan dari sekian banyak hal yang ingin kutulis tentang curiosity, or okay you can say : kuriositas.. Ada beberapa yang ingin kugarisbawahi.
Melalui kuriositas kita belajar : tak boleh berhenti proses belajar (tidak tahu - ingin tahu - mencari - mendapat jawaban - tahu) sejak kita lahir, sampai nanti masuk liang lahat.

Melalui kuriositas kita belajar : ilmu bisa kita dapatkan dari siapa saja. Tapi bukan berarti tidak selektif. Tetap berpegang teguh, pada sumber terpercaya Al Quranul Karim dan Sunnah Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam.

Melalui kuriositas kita belajar : tentang apa-apa yang seharusnya paling kita ingintahu-i, tentang Allah, Rasul-Nya, tentang akidah, tentang Islam, dan tentang hal penting yang lain.

Melalui kuriositas kita belajar : untuk teliti pada setiap peristiwa, setiap berita, setiap fakta. Tak sekedar ikut suara mayoritas. Karena kita tahu, setiap hal akan dimintai pertanggungjawaban.(QS 17:36)
***

Well, thanks to Karom who facilitate us by his KURIOSITAS messages. Well it's useful indeed, although sometimes it's annoy us accepting such a high frequency message from you. *peace

Maybe you should read this..
Dari Abu Wa'il (Syaqiq) bin Salamah berkata: Biasanya Ibnu Mas'ud ra memberi ceramah kepada kami setiap hari kamis, maka seseorang berkata kepadanya, "Hai Abu Abdurrahman, aku ingin agar engkau suka memberi ceramah setiap hari." Ibnu Mas'ud menjawab, "Tiada halangan bagiku untuk memberi ceramah setiap hari, hanya saja aku khawatir akan menjemukan kamu. Dan aku sengaja memberi ceramah dalam waktu yang jarang, sebagaimana Rasulullah saw pernah memberi ceramah kepada kami, khawatir akan membuatmu jemu dari nasehat." (HR Al Bukhari: 70 dan Muslim: 82/2821)
Wallahua'lam

#bersihbersihdraft

1 comment:

ditunggu komentarnya